Jakarta – Kabar mengejutkan datang dari pedangdut terkenal Dewi Perssik, yang baru-baru ini mengekspresikan kemarahannya terkait beredarnya rumor hoaks yang menyatakan bahwa dirinya telah meninggal dunia. Isu yang tidak benar ini telah menyebar luas di berbagai platform media sosial dan dianggap sangat mengganggu.
Dewi, yang akrab disapa Depe, akhirnya berbicara setelah menemukan sejumlah akun yang diduga sengaja menyebarkan informasi palsu tentang kematiannya. Beberapa akun tersebut bahkan melakukan siaran langsung secara bergantian, dengan membahas kronologi kematian Dewi Perssik akibat kecelakaan mobil.
Dalam siaran tersebut, ditampilkan foto-foto Dewi yang dilengkapi dengan tulisan bernuansa duka, seolah-olah kabar tersebut benar adanya.
Padahal, Dewi Perssik dalam kondisi sehat dan baik-baik saja. Ia mengungkapkan bahwa cara penyebaran hoaks ini sangat mengganggu dan terkesan terorganisir serta berulang.
Emosinya semakin memuncak ketika ia sempat terlibat dalam salah satu siaran langsung yang membahas isu tersebut.
“Beberapa akun melakukan siaran langsung secara massal membahas kronologi kematian saya. Jika itu hanya konten, saya tidak masalah, tetapi jika dibuat live, itu sangat menjengkelkan,” jelas Dewi Perssik, seperti yang diungkapkannya dalam tayangan YouTube.
Alih-alih mendapatkan klarifikasi atau penghentian siaran, Dewi malah mengalami perlakuan tidak menyenangkan. Ia mengungkapkan bahwa ia dihina oleh sejumlah pelaku dengan istilah yang tidak pantas, yang semakin memperburuk situasi.
Menurut pengakuannya, terdapat sekitar 16 akun yang terlibat dalam penyebaran hoaks ini. Para pelaku diduga telah mengatur jadwal siaran secara sistematis agar isu tersebut terus beredar tanpa henti di media sosial. Hal ini menyebabkan kabar palsu tersebut cepat menyebar dan menimbulkan keresahan di kalangan penggemar.
Kejadian ini tidak terjadi dalam waktu singkat. Selama tiga hari berturut-turut, isu kematian tersebut terus digaungkan. Dewi Perssik awalnya memilih untuk bersabar dan tidak merespons, namun akhirnya kesabarannya habis.
“Saya sudah menunggu satu kali, dua kali, dan tiga kali, tetapi mereka tetap saja mengklaim saya meninggal,” ujarnya.
Merasa dirugikan secara moral dan profesional, mantan istri Aldi Taher itu kini mengambil langkah tegas. Ia mengungkapkan bahwa ia telah mengumpulkan sejumlah bukti berupa rekaman siaran langsung dari akun-akun yang terlibat sebagai dasar untuk melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian.
➡️ Baca Juga: Berita Olahraga Terbaru Selancar Internasional: Gelombang Terbaik Dan Atlet Berprestasi
➡️ Baca Juga: Kedutaan Besar Ungkap Karakter Muslim Indonesia di Jepang: Kerja Keras, Jujur, dan Ramah
Leave a Reply